Welcome


Selasa, 08 November 2011

MUMPS

BAB I
PENDAHULUAN
I.MUMPS (PENYAKIT GONDONG)
Gondong adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus gondok ( Paramyxovirus). Gondong biasanya dimulai dengan beberapa hari demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan, dan diikuti oleh pembengkakan kelenjar ludah. Siapapun yang tidak kebal dari infeksi baik gondok sebelumnya atau dari vaksinasi bisa mendapatkan gondok(1).
Penyakit Gondong atau dalam dunia kedokteran dikenal sebagai parotitis atau Mumps adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah(2).
Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-14 tahun. Peningkatan kasus yang besar biasanya didahului pada penularan di tempat sekolah. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya(1).
Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh. Kematian karena penyakit gondong jarang dilaporkan. Hampir sebagian besar kasus yang fatal justru terjadi pada usia di atas 19 tahun(1)

2.Penyebab dan Penularan
Penyakit ini disebabkan oleh virus Mumps yaitu virus berjenis  RNA virus yang merupakan anggota famii Paramyxoviridae dan genus Paramyxovirus. Terdapat dua permukaan glikoprotein yang terdiri dari hemagglutinin-neuraminidase dan  fusion protein. Virus Mumps sensitive terhadap panas dan sinar ultraviolet(1).
Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar(1).
Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.
Penderita penyakit gondong masih dintakan dapat menjadi sumber penularan selama 9 hari sejak keluhan bengkak ditemukan. Sebaiknya pada periode tersebut penderita dianjurkan tidak masuk sekolah atau melakukan aktifitas di keramaian karena akan menjadi sumber penularan dan penyebaran penyakit anak-anak di sekitarnya.
3. Transmisi Penyakit Gondong
Kebanyakan transmisi gondong kemungkinan terjadi sebelum kelenjar ludah mulai membengkak dan dalam waktu 5 hari setelah pembengkakan dimulai. Oleh karena itu, CDC merekomendasikan mengisolasi pasien gondok selama 5 hari setelah kelenjar mereka mulai membengkak.
4.Gejala Penyakit Gondong
Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.

Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.
Gambar terjadinya pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual).

4.Diagnosis dan Pemeriksaan Laboratorium
Diagnosis ditegakkan hanya secara klinis. Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah.
Mengingat penegakan diagnosis hanya secara klinis, maka pemeriksaan laboratorium tidak terlalu bermanfaat. Pemeriksaan laboratorium didapatkan leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.
Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan anjuran pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).
5.Komplikasi gondong dapat mencakup
   - Gondong adalah yang terbaik dikenal untuk pembengkakan pipi dan rahang yang         menyebabkan, yang merupakan hasil dari pembengkakan kelenjar ludah. Ini biasanya merupakan penyakit ringan, tapi kadang-kadang dapat menyebabkan komplikasi serius.
    -Peradangan testis (orchitis) pada laki-laki yang telah mencapai pubertas, yang jarang menyebabkankemandulan.
    -Peradangan otak (ensefalitis) dan / atau jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.
    -Peradangan pada ovarium (ooforitis) dan / atau payudara (mastitis) pada wanita yang telah mencapai pubertas.
    -Sementara atau permanen tuli(1).


BAB II
ISI
Berikut adalah data penyakit gondong untuk Amerika Serikat pada tahun 2006.
1.Triad Epidemiologi
Agent




                                       Host                                                        Environment

Agent               : Paramyxovirus dan Manusia yang telah terkena penyakit gondong
            
Host                : Manusia yang berperilaku hidup kurang bersih dan kurang sehat serta tidak menggunakan  pelindung ataupun masker ketika kontak dengan penderita gondong
Environment    : Lingkungan yang kurang bersih dan sehat

2. Urgensi Penyakit Dalam Masyarakat
Permasalahan kesehatan yang belum begitu diperhatikan adalah masalah gangguan perkembangan dan perilaku pada anak sekolah. Perilaku anak-anak yang tidak memperhatikan kesehatan inilah yang dapat menimbulkan penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular. Penyakit menular yang sering menyerang anak-anak salah satunya yaitu gondong (mumps). Karena gondong sangat mudah menyerang anak-anak dimana mereka belum mempunyai resistensi terhadap virus penyakit ini. Oleh sebab itu penyakit ini sangat rentan terhadap anak-anak.
3. Transmisi Penyakit Gondong
 Gondong disebarkan oleh tetesan air liur atau lendir dari mulut, hidung, atau tenggorokan dari orang yang terinfeksi, biasanya ketika seseorang batuk, bersin atau berbicara. Item yang digunakan oleh orang yang terinfeksi, seperti cangkir atau kaleng minuman ringan, juga dapat terkontaminasi dengan virus, yang dapat menyebar ke orang lain jika mereka butir dibagi. Selain itu, virus dapat menyebar ketika seseorang dengan item gondok menyentuh atau permukaan tanpa mencuci tangan mereka dan orang lain kemudian menyentuh permukaan yang sama dan menggosok mulut atau hidung.
Kebanyakan gondok transmisi kemungkinan terjadi sebelum kelenjar ludah mulai membengkak dan dalam waktu 5 hari setelah pembengkakan dimulai. Oleh karena itu, CDC merekomendasikan mengisolasi pasien gondok selama 5 hari setelah kelenjar mereka mulai membengkak(1).
4.Riwayat Alamiah Penyakit Gondong
Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sdebagai berikut(1) :
  1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
  2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
  3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
  4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.
5.Pencegahan Penyakit Gondong
Pemberian vaksinasi MMR(mumps, morbili, rubela) untuk mencegah penyakit gondong merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan. Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek panas atau gejala lainnya. Imunisasi MMR didunakan di Amerika Serikat sejak tahun 1967(7).                 
Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) menganjurkan penggunaannya untuk anak,  masa remaja, remaja, dan dewasa.  Pada saat itu, masyarakat menganggap pencegahan penyakit gondok  bukan merupakan priritas utama dalam p[encegahan kesehatan masyarakat    dan dinyatakan ACIP imunisasi MMR  adalah merupakan program kesehatan masyarakat yang kurang  efektivitasnya. Namun, pada tahun 1972, ACIP mengeluarkan rekomendasi yang kuat untuk menunjukkan bahwa imunisasi MMR merupakan program yang sangat  penting. Saat itu ACIP merekomendasikan vaksinasi rutin untuk semua anak-anak berusia 12 tahun atau lebih.
Pada tahun 1980, telahdinayakan sebagai  rekomendasi kuat untuk vaksinasi pada anak-anak, remaja dan dewasa yang rentan., Setelah itu vaksinasi MMR semakin komprehensif dan rekomendasi pengundangan undang-undang pada negara bagian sehingga memerlukan vaksinasi tersebut harus dianjurkan pada saat anak masuk sekolah. Namun, selama 1986 dan 1987, wabah besar terjadi di antara kelompok kohort underimmunized atau orang yang lahir selama 1967-1977, sehingga terjadi perubahan puncak angka kejadian dari usia 5-9 tahun bergeser pada usia 10-19 tahun. Dalam tahun 1989, direkomendasikan ACIP pemberian vaksin campak dan MMR  pada anak-anak berusia 4-6 tahun pada saat masuk ke taman kanak-kanak atau kelas satu. Selama tahun 1988-1998 menurun di antara semua kelompok umur. Pada tahun 1989-1990, wabah besar terjadi di kalangan siswa di dasar dan sekolah menengah, sebagian besar siswa di sekolah tersebut telah divaksinasi, menyatakan bahwa kegagalan vaksinasi. . Pada tahun 1991, wabah lain terjadi di sebuah sekolah menengah di mana sebagian besar siswa yang telah divaksinasi, kejadian ini juga banyak dikaitkan dengan utama kegagalan vaksinasi(5).
Jika Anda memiliki gondok, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah penyebaran virus kepada orang lain:
    -Minimalkan kontak dekat dengan orang lain, terutama bayi dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah yang tidak dapat divaksinasi.
    -Tinggal di rumah dari kerja atau sekolah selama 5 hari setelah kelenjar Anda mulai membengkak, dan cobalah untuk tidak memiliki kontak dekat dengan orang lain yang tinggal di rumah Anda.
    -Tutup mulut dan hidung dengan tisu ketika Anda batuk atau bersin, dan menempatkan jaringan Anda digunakan dalam tempat sampah. Jika Anda tidak memiliki jaringan, batuk atau bersin ke lengan atas atau siku Anda, bukan tangan Anda.
    -Cuci tangan dengan baik dan sering dengan sabun, dan mengajarkan anak-anak untuk mencuci tangan mereka juga.
    -Jangan berbagi minuman atau peralatan makan.
    -Secara teratur membersihkan permukaan yang sering disentuh (seperti mainan, pegangan pintu, meja, counter) dengan sabun dan air atau dengan tisu pembersih.
6. Pengobatan Penyakit Gondong (1)
  1. Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (bisa karena pengaruh aspirin pada anak-anak).
  2. Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut.
  3. Penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.
  4. Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.
  5. Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.
  6. Pemberian imunomodulator belum terdapat laporan penelitian yang menjunjukkan efektifitasnya.
Ada beberapa tanaman obat yang biasa digunakan untuk mengurangi dan mempercepat penyembuhan penyakit gondongan antara lain(6) :

1
Tapak Dara,
Catharantus roseus (L.) G. Don. Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia);
Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);
Ramuan : Bahan: 1 genggam daun tapakdara, ditumbuk halus lalu ditempelkan pada gondongan.

2
Daun duduk,
Desmodium triquetrum [L.] D.C. Genteng cangkeng, ki congcorang, potong kujang, cen-cen (Sunda), daun duduk, sosor bebek, gulu walang, Gerji,cocor bebek (Jawa). daun duduk (Sumatera), Three-flowered desmodium (Inggris).

3
Padi ,
Oryza Sativa L Pare, pantun, pari,
padi (Jawa). pade, rom, r. pedeh, page, eme, ome, banih, padi, pai, pari, pagri (Sumatera). wanat, fasa, alai, ara, fala, hala, ala hutu, ala utu, ala utut, hala, alac tuwa, pinge, pinye, samasi, bira (Maluku). ame, eme, pai, pae, bai, ase (Sulawesi). Pare, kekai, parei, bani, Parai, parei, pari (Kalimantan). padi, pantu, pantun, pade, pare, fare, pari, pane, pare ui, hade aik, ale (N.Tenggara). Reis (Jerman), riz (Perancis), riyst (Belanda), rice (Inggris).
4
Jarong,
Achyranthes aspera Linn.
Jarongan, jarong lalaki, daun sangketan, nyarang (jawa).; Sui in sui, sangko hidung (Sulawesi), Rai rai, dodinga (Maluku). Dao kou cao (China).
5
Rumput Mutiara,
Hedyotis corymbosa (L.] Lamk. Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia) Daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta); Katepan, urek-urek polo (Jawa), Pengka (Makasar), Shui xian cao (China).
6
Belimbing wuluh,
Averrhoa bilimbi L. Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo), Asom,
belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias), balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda), Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura), Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores), Libi (Sawu), belerang (Sangi).
7
Kembang Sore,
Abutilon indicum (L.) Sweet Cemplok (Jawa), Barulau, belalang sumpa (Palembang); Jeuleupa (Aceh), Kembang sore kecil (Maluku), Gandera ma cupa (Ternate).
7.Kesimpulan dan Saran
Gondong adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus gondok ( Paramyxovirus). Penyakit Gondong atau dalam dunia kedokteran dikenal sebagai parotitis atau Mumps adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.
Gondong disebarkan oleh tetesan air liur atau lendir dari mulut, hidung, atau tenggorokan dari orang yang terinfeksi, biasanya ketika seseorang batuk, bersin atau berbicara. Item yang digunakan oleh orang yang terinfeksi, seperti cangkir atau kaleng minuman ringan, juga dapat terkontaminasi dengan virus, yang dapat menyebar ke orang lain.
Gondong lebih sering menyerang anak-anak daripada orang dewasa. Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Pemberian vaksinasi MMR(mumps, morbili, rubela) merupakan salah satu cara mencegah penyakit gondong. Pengobatan gondong dapat dilakukan dengan pengobatan secara medis dan ramuan-ramuan tradisional.
Saran yang saya dapat sampaikan, yaitu untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. Tidak hanya sehat secara pribadi tetapi untuk lingkungan sekitar juga. Karena dengan hidup bersih dan sehat maka dapat meminimalisir berbagai penyakit yang akan menyerang manusia, baik yang menular maupun tidak menular. Kemudian untuk yang telah terinfeksi penyakit terutama penyakit menular agar tidak kontak secara langsung dengan orang yang masih sehat dan segera mengobati penyakitnya agar cepat sembuh sehingga dapat mengurangi angka penularan penyakit tersebut. Ingat salah satu pesan “pencegahan lebih baik daripada pengobatan”.





Daftar Pustaka

1.      Centers for Disease Control and Prevention 1600 Clifton Rd. Atlanta, GA 30333, USA
2.      www.cdc.gov/mumps/
3.      The Children Indonesia
4.      Save The Children  Indonesia  Network  Information Education
5.      Plotkin SA, SA Rubin. Gondok vaksin. Dalam: Plotkin SA, Orenstein, WA, PA Offit, eds.Vaksin.Ed5. Cina: Saunders; 2008:435-65.


6.      Budi, Santoso. 2008. Ragam dan Khasiat Tanaman Obat. Agromedia Pustaka
7.       Vaccination Options for Preventing Measles, Mumps, Rubella and Varicella
For Parents and caregivers: Fact Sheet and Q&As Posted Oct 2009
www.vaccineinformation.org











1 komentar:

  1. Terimaksih saya merasa terbantu dengan adanya blog ini, karena saya bekerja di Pengendalian dan pencegahan penyakit

    BalasHapus