Welcome


Senin, 07 November 2011

Hepatitis C



HEPATITIS C

CREATED BY:
EMALIA
10101001044

BAB I
RESUME
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.
15% dari kasus infeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh membersihkannya dan tidak ada konsekwensinya. Sayangnya 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir penyakit hati dan kanker hati.
Hepatitis berarti pembengkakan pada hati.Banyak macam dari virus Hepatitis C. Dalam banyak kasus, virus yang masuk ke dalam tubuh, mulai hidup di dalam sel hati, mengganggu aktivitas normal dari sel tersebut, lalu menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C kemudian menginfeksi sel lain yang sehat.
Jika anda penderita Hepatitis C, sangat penting untuk mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari alkohol. Alkohol akan memperparah kerusakan hati anda, baik anda dalam pengobatan ataupun tidak.
Salah satu gejala umum dari Hepatitis C adalah kelelahan kronis. Kelelahan juga bisa sebagai efek samping pengobatan Hepatitis C. Rasa lelah akibat Hepatitis C dapat diatasi dengan istirahat cukup dan menjalankan olah raga yang rutin.
Virus Hepatitis C sangat pandai merubah dirinya dengan cepat. Sekarang ini ada sekurang-kurangnya enam tipe utama dari virus Hepatitis C (yang sering disebut genotipe) dan lebih dari 50 subtipenya.
Hal ini merupakan alasan mengapa tubuh tidak dapat melawan virus dengan efektif dan penelitian belum dapat membuat vaksin melawan virus Hepatitis C. Genotipe tidak menentukan seberapa parah dan seberapa cepat perkembangan penyakit Hepatitis C, akan tetapi genotipe tertentu mungkin tidak merespon sebaik yang lain dalam pengobatan.

BAB II
PENDAHULUAN
          Hepatitis adalah suatu peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh virus, bahan racun, fisik maupun kimia. Tetapi kini istilah hepatitis cenerung dikaitkan dengan penyebab virus.(2)
            Virus ini mempunyai target organ yang spesifik yaitu hati, menimbulkan peradangan  dan kerusakan pada sel hati. Bergantung pada jenis virusnya, kerusakan pada sel hati dapat sembuh sempurna tetapi banyak pula yang meninggalkan cacat pada hati dan akhirnya menimbulkan kematian pada pengidapnya(2).
            Penyebab Hepatitis sampai saat ini terbukti akibat infeksi 5 kelompok virus   yaitu Hepatitis A, B, C, D dan E1. Semua orang takut akan penyakit Hepatitis B karena kira-kira 10% pengidapnya  cacat pada hati( sirosis)  bahkan kanker hati. (2) Tetapi pada tahun 1975 timbul kasus-kasus Hepatitis yang tidak di ketahui virusnya. Karena itu, penyakit ini  sering dikatakan sebagai hepatitis non-A non-B, dan nama virusnya juga Hepatitis non-A non-B. Pada tahun 1989, virus tersebut diberi nama Hepatitis C. Virus ini bertanggung jawab atas banyak kejadian hepatitis yang disebabkan oleh transfusi darah. Karenanya virus ini disebut pula sebagai transfusion associated hepatitis. Hepatitis C juga disebut parenterally transmitted nonAnonB (PT-NANB). Karena terjadi diluar mulut dan saluran pencernaan. Jadi, Hepatitis  C disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV). Virus ini menyerang liver dan menyebabkan peradangan berat dengan komplikasi jangka panjang(3)
            Virus Hepatitis C tidak ada vaksinnya. Karena itu pencegahan hanya bisa dilakukan dengan mengetahui bagaimana penyebarannya dan mencegah segala perilaku yang dapat memicu terjadinya penularan.(3)
            Jadi, Hepatitis C dianggap sebagai penyakit berbahaya. Ada perbedaan besar dalam respons mereka terhadap obat (kombinasi interferon dan ribavirin). Perbedaan inilah yang menyulitkan pembuatan vaksin Hepatitis C padahal vaksin penting sekali untuk pencegahan.(3)
Penyakit hati kronik Hepatitis C telah menginfeksi 150 juta penduduk dunia dan sekitar 2,7 juta penduduk Amerika. Di Asia Tenggara prevalensinya sekitar 2,5% sampai 4,9% penduduk. Sementara itu, berdasarkan Penelitian yang dilakukan pada tahun 1994, di Indonesia prevalensi Anti-HVC(+) sekitar 3.9%, tidak ada perbedaan antara pria dan wanita. Prevalensi Anti HVC paling tinggi terjadi pada orang yang berusia diatas 50 tahun, sekitar 11,4%. Survei pada tahun 1999 yang dilakukan dirumah sakit swasta dan RSCM terhadap 203 pengguna narkoba dengan umur 19,9 sanpai 25,5 tahun menunjukkan hasil bahwa sebanyak 74,9% adalah Anti HVC (+). Karena pengguna narkoba semakin meningkat, peningkatan jumlah penderita penyakit Hepatitis C sangat perlu di antisipasi.(2)

BAB III
PEMBAHASAN
1. Triad Epidemiologi
1.1 Agent
           Hepatitis C di sebabkan oleh virus Hepatitis C atau sering dikatakan virus Hepatiis non-A non-B atau juga HVC. HCV merupakan genus tersendiri dalam famili Flavi-viridae, diameternya 60 nm dan ber-envelop, bentuk capsidnya icosahedral, mempunyai sebuah RNA yang linear, single-stranded dan positive-sense, dengan 9500 nukleotida. Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.(4)

1.2 Host
            HCV menyerang hati manusia dan merusak hati manusia. Orang-orang yang rentan memiliki resiko tinggitertular selain penerima transfuse darah (karena 48% Negara melaporkan jika mereka tidak menguji 100% darah yang mereka kelola. Berarti masih ada kemungkinan penyebaran lewat transfuse darah), adalah:
- Pasien dan staff yang menangani cuci darah
- Penderita Hemofilia.
- Mereka yang berhubungan dengan peralatan medis yang tidak steril
- Para pasien akupuntur
- Mereka yang bertato
-Pasangan Seks Penderita
-Anak/Bayi dari ibu pengidap Hepatitis C (10)
1.3 Environment
            Hepatitis C biasanya terjadi dilingkungan orang orang yang suka menyuntikkan narkoba. Dan juga pada lingkungan yang orang-oranya berprilaku seks bebas.(10)
2. Transmisi Hepatitis C
            Virus Hepatitis C menular melalui cara-cara sebagai berikut.




1.      Secara Parentral, penyebarannya melalui transfuse darah atau produk darah. Virus Hepatitis C banyak menular melalui cara ini.Populasi dengan risiko tinggi terlihat pada hemodialisis, mereka yang sering dapat penyuntikan obat-obatan(1)





2.      Transmisi Horisontal, peran kontak orang ke orang dalam penularan Hepatitis C belum jelas. Penularan secara kontak erat kaitannya dengan penggunaan bersama alat cukur atau sikat gigi dalam keluarga.Dan juga dapat melalui jarum suntik, Kemungkinan ini salah satu cara penularan. Penelitian menunjukkan prevalensi Anti-HCV(+) ternyata lebih tinggi terjadi pada anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan penderita Hepatitis C. Penelitian baru-baru ini juga melaporkan prevalensi HCV meningkat sekitar 11,4% pada mitra hubungan seksual para penderita HCV.(1)

3.      Transmisi Vertikal, Penularan ibu kepada bayinya. Bias melalui transmisi vertical(perinatal), walaupun kejadian penularan seperti ini relatf sedikit.(1)

             Selain itu,  Hepatitis juga dapat menular melalui hubungan seks, terutama untuk pengguna jasa WPS dan pekerja seksual. (2)
3.Riwayat Alamiah Penyakit


1. Masa Inkubasi dan klinis
            Masa inkubasi sekitar 2-26 minggu, dengan rata-rata 8 minggu. Gejala atau manifestasi yang tidak spesifik menyebabkan  diagnostic Hepatitis C akut sulit diketahui tanpa pemeriksaan serologis. Hanya 4-12%  Hepatitis C akut yang memberikan gejala klinis berupa rasa lelah, mual, muntah, tidak nafsu makan, ikterik (kuning), dan urine berwarna air teh(4).
            Gejala-Gejala Hepatitis C yang tampak jelas antara lain
a.       Anorexia, Terjadi penurunan nafsu makan. Ini adalah awal gejala pada hepatitis C
b.      Lambung, Tidak nyaman, rasa tidak enak pada lambung karena fungsi pencernaan yang melibatkan liver mulai kacau
c.       Mual-mual ( Nasea), Nafsu makan menurun, lalu timbul gejala mual
d.      Muntah (Vomiting), Setelah mual gejala berikutnya adalah muntah
e.       Penyakit Kuning (jaundice), Ini merupakan gejala terakhir yang terjadi. Penguningan hanya terjadi 25% dari pasien, jauh lebih sedikit daripada yang terjadi pada hepatitis C.(3)
2. Masa Laten dan Periode Infeksi
Infeksi akan menjadi kronik pada 70-90% kasus dan seringkali tidak menimbulkan gejala apapun walaupun proses kerusakan hati berjalan terus. Hilangnya virus setelah terjadinya hepatitis kronik sangat jarang terjadi. Pada 15-20% pasien hepatitis C kronik terjadi sirosis hati, dalam waktu 20-30 tahun.(5)
Kerusakan hati akibat infeksi kronik tidak dapat tergambar pada pemeriksaan fisis maupun laboratorik. Kecuali bila sudah terjadi sirosis hati. Pada pasien dimana ALT selalu normal, sekitar 18-20% sudah terdapat kerusakan hati yang bermakna, sedangkan di antara pasien dengan peningkatan ALT hampir semuanya sudah mengalami kerusakan hati sedang sampai berat.(5)
Progresivitas hepatitis kronik menjadi sirosis hati tergantung beberapa faktor resiko yaitu: asupan alkohol, ko-infeksi dengan virus hepatitis B atau HIV, jenis kelamin laki-laki dan usia tua saat terjadinya infeksi. Setelah terjadi sirosis hati, maka dapat timbul kanker hati dengan frekuensi 1-4% tiap tahunnya. Kanker hati dapat terjadi tanpa melalui sirosis hati walaupun hal ini amat jarang terjadi.

4.   Pencegahan
Kita dapat mencegah penularan Hepatitis C. Cara penyebaran yang paling efesien Hepatitis C adalah melalui suntikan yang terkontaminasi oleh darah, misalnya di saat memakai obat suntik. Jarum suntik dan alat suntik sebelum digunakan harus steril dengan demikian menghentikan penyebaran penyakit Hepatitis C di antara pengguna obat suntik.(6)
Meskipun resiko penularan melalui hubungan seksual kecil, anda seharusnya menjalankan kehidupan seks yang aman. Penderita Hepatitis C yang memiliki lebih dari satu pasangan atau berhubungan dengan orang banyak harus memproteksi diri (misalnya dengan kondom) untuk mencegah penyebaran Hepatitis C.(5)
Jangan pernah berbagi alat seperti jarum, alat cukur, sikat gigi, dan gunting kuku, dimana dapat menjadi tempat potensial penyebaran virus Hepatitis C. Bila melakukan manicure, tato dan tindik tubuh pastikan alat yang dipakai steril dan tempat usahanya resmi.(5) 
Orang yang terpapar darah dalam pekerjaannya, seperti pekerja kesehatan, teknisi laboratorium, dokter gigi, dokter bedah, perawat, pekerja ruang emergensi, polisi, pemadam kebakaran, paramedis, tentara atau siapapun yang hidup dengan orang yang terinfeksi, seharusnya sangat berhati-hati agar tidak terpapar darah yang terkontaminasi.(6)
Juga termasuk menggunakan peralatan tajam dan jarum dengan benar, mencuci tangan secara teratur dan menggunakan sarung tangan dalam pekerjaannya. Jika anda pernah mengalami luka karena jarum suntik, anda harus melakukan tes ELISA atau RNA HCV setelah 4-6 bulan terjadinya luka untuk memastikan tidak terinfeksi penyakit Hepatitis C.
Pernah sembuh dari salah satu penyakit Hepatitis tidak mencegah penularan penyakit Hepatitis lainnya. Orang yang menderita penyakit Hepatitis C dan juga menderita penyakit Hepatitis A memilki resiko tinggi terkena penyakit hepatits fulminant, suatu penyakit hati yang mematikan dan perkembangannya sangat cepat.(8)
Dengan demikian, ahli kesehatan sangat merekomendasikan penderita penyakit Hepatitis C juga melakukan vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B.
6. Pengobatan
Pengobatan Hepatitis C sedini mungkin sangatlah penting. Meskipun tubuh anda telah melakukan perlawanan terhadap infeksi, tetapi hanya 15% yang berhasil, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah Hepatitis C kronis dan membantu mengurangi kemungkinan hati menjadi rusak.(1)Kadangkala, pengobatan Hepatitis C memerlukan waktu yang lama, dan tidak dapat membantu. Tetapi karena penyakit ini dapat menjadi parah sepanjang waktu, sangatlah penting untuk mencari pengobatan yang tepat dari dokter anda.(1)
Diagnosa dan pengobatan awal sangatlah mendesak dan penting. Persentase yang signifikan dari orang yang melakukannya dapat sembuh dari Hepatitis C dan menunjukan perbaikan hatinya.Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati.(8)
Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasi dengan anti virus ribavirin.(9)
3        senyawa digunakan dalam pengobatan Hepatitis C adalah:
      a. interferon alfa
Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.(9)





b.Pegylated interferon alfa
Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut "polyethylene glycol (PEG)" dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.(9)
c. Ribavirin
Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfa sendiri.(9)



    Pengobatan ini telah diterima berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan respon melawan virus pada penderita penyakit Hepatitis C kronis.Penderita dikatakan memiliki respon melawan virus jika jumlah virus Hepatitis C begitu rendah sehingga tidak terdeteksi pada tes standar RNA virus Hepatitis C dan jika level tersebut tetap tidak terdeteksi selama lebih dari 6 bulan setelah pengobatan selesai.

    BAB IV
    KESIMPULAN DAN SARAN
    1. Kesimpulan
    Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.
    Hepatitis C dapat menular melalui berbagai cara, yaitu: melalui transfuse darah atau produk darah, dapat juga melalui penggunaan bersama alat cukur atau sikat gigi dengan penderita Hepatitis C dan melalui penularan dari ibu kepada bayinya, hubungan sexsual juga merupakan salah satu media penularan Hepatitis C.
    Pengobatan atau terapi untuk Hepatitis C pada umumnya menggunakan interferon alfa, pegylated interferon alfa dan ribavirin, atau juga menggunakan kombinasi interferon dn ribavirin. Keberhasilan pengobatan atau terapi bergantung pada tingkat keparahan penyakit.

    2. Saran
                Sampai saat ini vaksin untuk virus Hepatitis C belum ditemukan, tetapi Hepatitis C dapat dicegah degan berbagai cara, yaitu:
    1. Jangan memakai barang secara bersamaan seperti alat cukur dan sikat gigi.
    2. Lakukan Screening HCV sebelum melakukan transfuse darah
    3. Hindari NAPZA
    4. Gunakan Jarum suntik hanya untuk sekali pakai
    5. Bersihkan ceceran darah
    6. Jika terinfeksi HCV jangan mendonorkan darah
    7. Berprilaku seks yang sehat dan aman( penggunaan kondom, setia pada pasangan, tidak melakukan seks untuk yang belum menikah)


    BAB V
    GAMBAR PENDUKUNG
    1. Gambar virus Hepatitis C
    2. Struktur HCV



    3. Tranmisi hepatitis C

     4.Infeksi HCV







    5.Sirosis Hati

    6.Faktor risiko Hepatitis C



    7.Perjalanan Hepatitis C



    8.Dampak dan infeksi Hepatitis C



    9.Interferon Alfa

    DAFTAR PUSTAKA
    1. Afifah,Evi,dr., Tanaman Obat Untuk Mengatasi Hepatitis, Jakarta: Agromedia Pustaka,januari 2003
    2. Tara, Elizabeth dan Soetrisno, Eddy, Terapi Hepatitis, Jakarta: Ladang Pustaka,2002
    3. Misnadiarly, Penyakit Hati (Liver), Jakarta: Obor Populer Pustaka, 2007
    4. Peg-Intron. Available from Http://medicastore.com/hepatitis_C
    5. Awas Komplikasi Laten. Available from http://kesehatan.kompasiana.com
    6. Jurnal Kedokteran Maranatha. Available from http://Majour.Maranatha.edu
    7. International Journal of Medical Sciences 2006, Available from http://www.ncbl.nim.nih.gov
    8. Epidemiology Hepatitis C, Available from http://www.brown.edu
    9. Harapan Penyembuhan Penyakit Hepatitis C, Available from http://www.kabarinews.com/article/Berita-Amerika/Amerika-Kesehatan
    10. Wisconsn Medical Journal available from http://www.nejm.org/d01/full/101056

    THANK YOU!!

    ^_^

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar